SUMBAR

BP2MI Catat Tak Ada Pekerja Migran Asal Sumbar di Zona Konflik

0
×

BP2MI Catat Tak Ada Pekerja Migran Asal Sumbar di Zona Konflik

Sebarkan artikel ini
Dispar Sumbar mencatat angka pergerakan wisatawan ke Sumatra Barat terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2024.
Dispar Sumbar mencatat angka pergerakan wisatawan ke Sumatra Barat terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2024.

PADANG, HARIANHALUAN.ID– Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sumatra Barat atau BP2MI Sumbar mencatat tidak ada pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumbar yang bekerja di negara yang tengah dilanda konflik atau peperangan.

Kepala BP2MI Provinsi Sumbar, Bayu Aryadhi, menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di Palestina dan Lebanon saat ini tidak berdampak pada pekerja migran asal Sumatera Barat. Menurut data BP2MI, tidak ada pengiriman pekerja migran secara resmi ke daerah konflik tersebut.

Baca Juga  16 Petugas Inseminator Bidang Pertanian Datangi Gedung Dewan Tanah Datar, Ini Penjelasannya!

“Meski tidak ada pekerja migran Indonesia dari Sumbar di zona konflik, kami tetap menunggu informasi lebih lanjut dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Ini penting, karena BP2MI tidak memiliki data pekerja migran yang berangkat melalui jalur tidak resmi,” ujar Bayu Jumat (18/10/2024).

Bayu Aryadhi juga menjelaskan bahwa pengiriman dan penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi dilakukan melalui lima skema, yaitu Government to Government (G to G), Private to Private (P to P), Government to Private (G to P), untuk kepentingan perusahaan sendiri (UKPS), dan jalur Mandiri.

Baca Juga  Penanggulangan Galodo, Sumbar Mesti Gesit Lobi Pusat

“Saat ini, pekerja migran asal Sumbar yang terbanyak bekerja di Malaysia dan Jepang, dengan jenis pekerjaan yang beragam, seperti tenaga terampil, perawat di panti asuhan atau panti jompo, sektor pertanian, konstruksi, terapis, hingga nelayan,” tambahnya. (*)