POLITIK

Gebyar Milenial Sasuai dan Gen Z Edisi Khusus Kota Padang Sukses Digelar, Captain Milenial dan Gen Z: Pemimpin Berniat Money Politik adalah Pemimpin Tidak Percaya Diri

0
×

Gebyar Milenial Sasuai dan Gen Z Edisi Khusus Kota Padang Sukses Digelar, Captain Milenial dan Gen Z: Pemimpin Berniat Money Politik adalah Pemimpin Tidak Percaya Diri

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Acara “Gebyar Milenial Sasuai dan Gen Z Edisi Khusus Kota Padang” sukses diselenggarakan oleh Solidaritas Pemuda dan Perantau Pasaman (Solid Pas) Kota Padang, Selasa (5/11/2024). 

Acara ini menjadi wadah bagi ratusan mahasiswa, pemuda dan kaum milenial Pasaman di Kota Padang, yang berkomitmen mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS dan Sukardi (Sasuai), dalam menciptakan perubahan nyata bagi Pasaman yang berkelanjutan.

Ir. Ulul Azmi, ST., CST., IPM., ASEAN Eng., hadir sebagai Captain Milenial dan Gen Z Sasuai untuk memberikan orasi inspiratif. Ia mengulas profil pasangan Sasuai dengan menyoroti kelebihan masing-masing kandidat. 

Baca Juga  Jelang Pencoblosan di Pilkada Pasaman, Ulul Azmi: Tolak Politik Uang dan Jangan Terpancing Berita Hoax

Sabar AS, menurut Ulul, merupakan sosok politikus ulung yang telah meraih berbagai pencapaian dalam bidang legislatif dan eksekutif. Dengan pengalaman panjangnya, Sabar AS diyakini mampu merumuskan kebijakan-kebijakan yang mengakar di masyarakat.

Di sisi lain, Sukardi, yang merupakan birokrat berpengalaman dan telah meniti karir dari bawah hingga menjadi kepala dinas di beberapa instansi, dianggap memiliki kapasitas teknis yang unggul. Kombinasi kedua figur ini, menurut Ulul, menjadikan Sasuai sebagai pasangan yang “paling Sasuai” untuk memimpin Pasaman.

Baca Juga  PWM Sumbar Serahkan Surat Rekomendasi untuk Paslon Wako-Wawako Payakumbuh Almaisyar-Joni Hendri

Dalam orasinya, Ulul Azmi juga mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk berperan aktif dalam menjaga Pasaman dari isu negatif yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. 

“Pasaman ini terbuka untuk semua kaum. Jangan biarkan isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) merusak kerukunan kita. Pasaman harus dijaga sebagai wilayah yang damai dan inklusif bagi semua,” ucapnya. 

Ia menekankan peran penting para pemuda sebagai agen pemilu damai yang jujur dan adil, sekaligus menyerukan penolakan terhadap praktik politik uang yang merusak demokrasi.