PERISTIWA

Marapi Naik Status, Begini Analisanya Menurut BNPB

0
×

Marapi Naik Status, Begini Analisanya Menurut BNPB

Sebarkan artikel ini
Tim drone BNPB menerbangkan pesawat nirawak tetracopter di Tanah Datar guna pemetaan wilayah terdampak galodo Marapi dan pemetaan titik potensi bencana galodo susulan pada Minggu (26/5). IST/BNPB

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan EWS berupa perangkat sensor, CCTV dan sirine yang sudah terpasang tersebar ke beberapa titik di sekitar Gunung Marapi.

Pemasangan peralatan EWS dilakukan setelah sebelumnya dinyatakan berfungsi dengan baik melalui serangkaian uji coba oleh tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera V.

Sebelumnya, Gunung Marapi di SumateraBarat (Sumbar) naik status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Keputusan ini diambil berdasarkan analisis menyeluruh terhadap aktivitas gunung berapi tersebut yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga  Pantauan Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Karhutla Masih Mendominasi

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunung Marapi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai pukul 15.00 WIB pada 6 November 2024. Peningkatan ini juga disertai dengan rekomendasi terbaru yang menyesuaikan dengan potensi ancaman terkini,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid A. N, dalam keterangan tertulis yang diterima Haluan Rabu (6/11).

Secara visual, aktivitas Gunung Marapi menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hembusan abu vulkanik dan erupsi yang terjadi belakangan ini semakin intensif.

Baca Juga  Rem Blong Kembali Terjadi di Panyalaian, Truk Pembawa Besi Rongsokan Hantam Lima Mobil dan Rumah

Pada 27 Oktober, teramati kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak, sementara pada 6 November pukul 05.44 WIB, ketinggian kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak.

Sejak awal Oktober, pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kegempaan, terutama gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mengindikasikan suplai magma dari kedalaman menuju ke permukaan.